courses

Build valuable skills and deepen your understanding with a range of topics tailored to your learning needs

coachings

Engage one-on-one with our experts. Tailored guidance to help you achieve personal and professional growth.

books

Explore a curated selection of insightful books. Enhance your knowledge and stay informed on the latest industry trends.

Bootcamps

Intensive, hands-on training designed to fast-track your skills. Get ready to tackle real-world challenges with confidence.

Webinar Mahe 1

5 (1 reviews)

Cara Mencegah Terjadinya Kekerasan Seksual

Created by  Yeremia Haryanto

In Collaboration with Masih Ada Hari Esok

Last updated Apr, 07 2026

Rp50.000

Go to Cart

about course

Dari segi psikologi, pencegahan kekerasan seksual berfokus pada pembentukan pola pikir, kontrol diri, empati, serta kemampuan individu untuk memahami batasan diri dan orang lain. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

1. Pendidikan tentang empati

Secara psikologis, penting menumbuhkan empati sejak dini. Orang yang memiliki empati tinggi cenderung mampu memahami perasaan orang lain dan tidak melakukan tindakan yang merugikan atau menyakiti orang lain.

2. Pembentukan kontrol diri (self-control)

Kemampuan mengendalikan dorongan atau emosi sangat penting. Melalui pendidikan dan pembinaan karakter, individu belajar:

  • mengelola dorongan seksual dengan sehat
  • tidak bertindak impulsif
  • mempertimbangkan konsekuensi dari perilaku yang dilakukan.

3. Pendidikan mengenai batasan diri dan orang lain

Secara psikologis seseorang perlu memahami konsep batasan personal (personal boundaries). Ini membantu individu untuk:

  • menghargai tubuh dan hak orang lain
  • memahami bahwa tidak semua bentuk sentuhan atau tindakan dapat diterima.

4. Pengembangan kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional membantu seseorang:

  • mengenali emosi diri sendiri
  • mengelola emosi dengan baik
  • merespons situasi sosial secara tepat tanpa menggunakan kekerasan.

5. Komunikasi yang sehat

Individu perlu diajarkan keterampilan komunikasi yang baik, seperti:

  • menyampaikan keinginan atau ketertarikan secara sopan
  • menerima penolakan tanpa memaksa atau menjadi agresif.

6. Meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan asertif pada calon korban

Dari sisi psikologis korban, penting untuk memiliki:

  • self-esteem yang baik
  • kemampuan berkata “tidak” secara tegas
  • keberanian melapor ketika merasa tidak aman.

7. Lingkungan psikologis yang suportif

Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang terbuka terhadap diskusi tentang kesehatan mental dan hubungan interpersonal dapat membantu mencegah perilaku menyimpang.

course contents

reviews

avatar

Donna Asteria . Apr, 07 2026

5

Sangat bermanfaat

course features

Duration

...

Lectures

...

Downloadable resources

...

Quizzes

...

Full life time access

Certificate of completion

you may like

Go to Cart