courses

Build valuable skills and deepen your understanding with a range of topics tailored to your learning needs

coachings

Engage one-on-one with our experts. Tailored guidance to help you achieve personal and professional growth.

books

Explore a curated selection of insightful books. Enhance your knowledge and stay informed on the latest industry trends.

Bootcamps

Intensive, hands-on training designed to fast-track your skills. Get ready to tackle real-world challenges with confidence.

Webinar Lions Mahe 2

Emotional Regulation: Cara Anak Muda Mengelola Emosi

Created by  Yeremia Haryanto

In Collaboration with Lions Cosmo Cyber

Last updated Sep, 11 2026

Rp50.000

Go to Cart

about course

Emotional regulation atau regulasi emosi adalah kemampuan untuk menyadari, memahami, dan mengelola emosi, sehingga kita tetap bisa memilih respons yang sesuai meskipun sedang marah, sedih, kecewa, cemas, atau overwhelmed. Bukan berarti “jangan emosional” atau harus selalu tenang. Justru emotional regulation berarti: “Aku boleh merasakan emosi ini, tapi aku tidak harus langsung bertindak berdasarkan emosi ini.”

Misalnya seseorang berbicara sesuatu yang menyakitkan.

  • Tanpa regulasi emosi: “Gue kesel banget. Yaudah gue bales sekalian biar dia tahu!”
  • Dengan regulasi emosi: “Aku tersinggung dan marah. Aku mau kasih diriku waktu dulu sebelum merespons.”

Emosinya tetap ada, tetapi responsnya tidak dikendalikan sepenuhnya oleh emosi.

Terdapat 4 tahap emotional regulation

1. Recognize — Sadari

Tanya diri sendiri:

  • “Aku sebenarnya sedang merasa apa?”
  • Marah? Kecewa? Takut? Malu? Sedih?
  • “Apa yang memicu perasaan ini?”

2. Allow — Izinkan

Tidak perlu langsung melawan emosi. “Wajar aku kecewa. Situasi ini memang nggak sesuai ekspektasi.”

3. Regulate — Tenangkan sistem tubuh

Sebelum mengambil keputusan, lakukan sesuatu yang membantu tubuh turun dari mode fight/flight, misalnya:

  • tarik napas perlahan
  • jalan sebentar
  • minum air
  • journaling
  • diam dulu dari chat
  • tidur kalau memang sudah sangat overwhelmed

4. Respond — Pilih respons

Setelah intensitas emosinya turun, baru tanyakan: “Apa respons yang paling sesuai dengan value dan boundaries-ku?”

Berikut perbedaan emotional regulation dan emotional suppression

Emotional Regulation:

  • “Aku marah”
  • Mengakui emosi
  • Memberi waktu untuk memproses
  • Memilih respons
  • Emosi dipahami

Emotional Suppression:

  • “Aku nggak boleh marah”
  • Menolak emosi
  • Memendam
  • Bereaksi atau pura-pura baik
  • Emosi diabaikan


Jadi, regulasi emosi bukan tentang menjadi orang yang tidak gampang emosional. Tujuannya adalah menjadi orang yang tetap punya kendali atas dirinya ketika emosinya sedang besar. Dan salah satu kalimat paling penting dalam emotional regulation adalah: “Aku sedang merasakan sesuatu, tetapi perasaanku tidak selalu harus menentukan tindakanku.”

course contents

course features

Duration

...

Lectures

...

Downloadable resources

...

Quizzes

...

Full life time access

Certificate of completion

you may like

Go to Cart