courses

Build valuable skills and deepen your understanding with a range of topics tailored to your learning needs

coachings

Engage one-on-one with our experts. Tailored guidance to help you achieve personal and professional growth.

books

Explore a curated selection of insightful books. Enhance your knowledge and stay informed on the latest industry trends.

Bootcamps

Intensive, hands-on training designed to fast-track your skills. Get ready to tackle real-world challenges with confidence.

Webinar Mahe 2

Strategi Mahasiswa Menghadapi Kekerasan Seksual

Created by  Yeremia Haryanto

In Collaboration with Masih Ada Hari Esok

Last updated May, 02 2026

Rp50.000

Go to Cart

about course

Strategi mahasiswa dalam menghadapi kekerasan seksual bisa dibagi jadi pencegahan, respon saat kejadian, dan pemulihan setelahnya.

1. Strategi Pencegahan (Preventive)

Tujuannya mengurangi risiko dan meningkatkan kesadaran:

  • Kenali batasan diri (consent)
  • Pahami bahwa persetujuan harus jelas, sadar, dan bisa ditarik kapan saja.
  • Bangun awareness lingkungan
  • Waspada di situasi rawan (acara malam, tempat sepi, dll).
  • Punya support system
  • Selalu beri tahu teman kalau pergi ke tempat baru atau dengan orang yang belum terlalu dikenal.
  • Edukasi diri
  • Ikut seminar, webinar, atau kampanye kampus tentang kekerasan seksual.
  • Gunakan sistem buddy
  • Pergi atau pulang bersama teman, terutama di malam hari.

2. Strategi Saat Menghadapi Situasi (Immediate Response)

Kalau berada dalam situasi tidak aman:

  • Percaya insting
  • Kalau merasa tidak nyaman, itu valid—segera menjauh.
  • Tegas berkata “tidak”
  • Gunakan komunikasi yang jelas dan tegas.
  • Cari bantuan segera
  • Hubungi teman, security kampus, atau orang sekitar.
  • Keluar dari situasi
  • Prioritaskan keselamatan diri, bukan sopan santun.

3. Strategi Setelah Kejadian (Post-Incident)

Kalau sudah terjadi:

  • Cari tempat aman
  • Segera menjauh dari pelaku.
  • Cerita ke orang terpercaya
  • Teman dekat, keluarga, atau konselor.
  • Laporkan kejadian
  • Bisa ke pihak kampus (satgas) atau lembaga resmi.
  • Simpan bukti (jika memungkinkan)
  • Jangan langsung membersihkan diri jika ingin melakukan visum.
  • Akses bantuan profesional
  • Psikolog, konselor, atau layanan pendamping korban. 

4. Dukungan Sistem Kampus (Institutional Strategy)

Mahasiswa juga bisa:

  • Mendorong kampus punya Satgas Anti Kekerasan Seksual
  • Ikut organisasi atau komunitas advokasi
  • Mengkampanyekan budaya zero tolerance terhadap kekerasan seksual

5. Pemulihan & Self-Healing

  • Validasi perasaan (tidak menyalahkan diri sendiri)
  • Ikut terapi atau support group
  • Fokus pada pemulihan fisik & mental secara bertahap

course contents

course features

Duration

...

Lectures

...

Downloadable resources

...

Quizzes

...

Full life time access

Certificate of completion

you may like

Go to Cart